BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan
suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama
ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Dalam hal ini
setiap perusahaan pasti memiliki budaya yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Dalam budaya organisasi ini bertujuan untuk membuat organisasi menjadi lebih
baik dan berinovasi kedepan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Ada beberapa fungsi – fungsi budaya seperti :
1.
Batas
Budaya berperan sebagai penentu batas-batas; artinya, budaya menciptakan perbedaan atau yang membuat unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi lainnya.
Budaya berperan sebagai penentu batas-batas; artinya, budaya menciptakan perbedaan atau yang membuat unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi lainnya.
2.
Identitas
Budaya memuat rasa identitas suatu organisasi.
Budaya memuat rasa identitas suatu organisasi.
3.
Komitmen
Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu.
Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu.
4.
Stabilitas
Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial karena budaya adalah perekat sosial yang membantu menyatukan organisasi dengan cara menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan karyawan.
Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial karena budaya adalah perekat sosial yang membantu menyatukan organisasi dengan cara menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan karyawan.
Dalam penerapannya pasti ada kendala yang akan dihadapi seperti:
1.
Standar
moral para pelaku bisnis pada umumnya masih lemah.
Banyak di antara pelaku bisnis yang lebih suka menempuh jalan
pintas, bahkan menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan dengan
mengabaikan etika bisnis, seperti memalsukan campuran, timbangan, ukuran,
menjual barang yang kadaluwarsa, dan memanipulasi laporan keuangan.
2.
Banyak
perusahaan yang mengalami konflik kepentingan
Konflik kepentingan ini muncul karena adanya ketidaksesuaian antara
nilai pribadi yang dianutnya atau antara peraturan yang berlaku dengan tujuan
yang hendak dicapainya, atau konflik antara nilai pribadi yang dianutnya dengan
praktik bisnis yang dilakukan oleh sebagian besar perusahaan lainnya, atau
antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan masyarakat. Orang-orang yang
kurang teguh standar moralnya bisa jadi akan gagal karena mereka mengejar
tujuan dengan mengabaikan peraturan.
3.
Situasi
politik dan ekonomi yang belum stabil
Hal ini diperkeruh oleh banyaknya sandiwara politik yang dimainkan
oleh para elit politik, yang di satu sisi membingungkan masyarakat luas dan di
sisi lainnya memberi kesempatan bagi pihak yang mencari dukungan elit politik
guna keberhasilan usaha bisnisnya. Situasi ekonomi yang buruk tidak jarang
menimbulkan spekulasi untuk memanfaatkan peluang guna memperoleh keuntungan
tanpa menghiraukan akibatnya.
4.
Lemahnya
penegakan hukum
Banyak orang yang sudah divonis bersalah di pengadilan bisa bebas
berkeliaran dan tetap memangku jabatannya di pemerintahan. Kondisi ini
mempersulit upaya untuk memotivasi pelaku bisnis menegakkan norma-norma etika.
Sumber-sumber
Budaya Organisasi
Budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor,
yaitu:
1.
Pengaruh umum dari luar yang
luas
Mencakup
faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat
dikendalikan oleh organisasi.
2.
Pengaruh dari nilai-nilai
yang ada di masyarakat
Keyakinan-keyakinan
dn nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan
kebersihan.
3.
Faktor-faktor yang spesifik
dari organisasi
Organisasi
selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah
eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian
yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar
bagi tumbuhnya budaya organisasi.
Ciri-ciri Budaya Organisasi
Ada 7 ciri-ciri budaya
organisasi adalah:
1.
Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana
karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
2.
Perhatian terhadap detail. Sejauh mana
karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap
detail.
3.
Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen
memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk
mencapai hasil tersebut.
4.
Orientasi orang. Sejauh mana keputusan
manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu.
5.
Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja
diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya individu.
6.
Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas
karyawan.
7.
Kemantapan. Organisasi menekankan
dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah
Cut Out barbershop didirakan pada tahun 2001 yang didirikan oleh
bapak Mardi yang membangun barbershop ini dengan modal sendiri. Barbershop ini
beralamat di jalan raya Sentosa no. 26 kota
Depok. Lokasi yang sangat strategis karena terletak di jalan protokol, dimana jalan
tersebut banyak sekali dilalui oleh angkutan umum.
Dalam hal ini berkaitan dengan teori yang dipilih budaya organisasi
pada barbershop ini sangat mengedepankan kepuasan pelanggan, sebanyak apapun
pelanggan yang sedang menunggu dalam antrian, karyawan tetap mengedepankan
kepuasan pelanggan dengan cara tetap teliti, sabar dan tidak terburu – buru
dalam menjalankan tugasnya. Tetapi disamping itu kendala yang selalu dihadapi
oleh perusahaan ini ialah seringnya karyawan yang keluar masuk dikarenakan penghasilan
yang tidak mencukupi karena sistem pembayaran sesuai dengan berapa banyak
pelanggan yang ditangani.
B. Struktur Organisasi

![]() |
C. Data keuangan
Pendapatan
Perhari Rp. 15.000 x 40 = RP. 600.000
Pendapatan
perbulan Rp. 600.000 x 30 = Rp.
18.000.000
Biaya – biaya
Biaya Tetap Rp. 4.520.000
Biaya Variabel Rp. 3.250.000+
Total Biaya Rp.
7.770.000 -
Laba Kotor Rp.
10.230.000
Pajak (10% x 10.230.000) Rp.
1.023.000 -_
Laba Bersih Rp.
9.207.000
D. Hubungan Materi
Dengan Usaha Yang Dipilih
Usaha
barbershop “Cut Out barbershop” ini sudah menjalankan budaya organisasi dengan
baik. Hal ini dibuktikan dengan terlaksananya perusahaan transparan dalam
setiap mengambil keputusan dan meminta pendapat dari struktur organisasi yang
ada. Kedua perusahaan tersebut telah memiliki identitas budaya organisasi yang
kuat. Ketiga perusahaan tersebut memiliki komitmen bahwa kepentingan organisasi
lebih penting dibandingkan kepentingan pribadi (diri sendiri). Ke-empat dengan
adanya budaya maka stabilitas sistem sosial akan meningkat sebab budaya merupakan
perekat sosial yang menyatukan organisasi dengan menyediakan standar mengenai
apa yang harus dilakukan oleh organisasi demi kebaikan organisasi.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dalam penerapan budaya organisasi memiliki
peran penting, karena budaya organisasi membuat sebuah organisasi menjadi
pembeda dengan para pesaingnya, dengan cara pelayanan yang tetap teliti dan
sabar pada saat pengunjung penuh demi memberikan pelayanan yang memuaskan untuk
para pelanggannya
Dalam penerapan budaya organisasi
ini juga memiliki beberapa kendala, seperti seringnya karyawan yang keluar
masuk, sehingga banyak dari para pelanggan yang sudah terbiasa dengan karyawan
yang lama, harus menyesuaikan lagi dengan yang baru dan dapat dipastikan juga
karyawan baru harus bisa menyesuaikan diri dengan budaya organisasi yang sudah
ada.
B. Saran
Dalam hal ini, diharapkan pemilik
bisa meningkatkan gaji dari para karyawannya agar tidak terjadi lagi karyawan
yang keluar masuk, dan dengan cara itu pula dapat menjaga budaya organisasi
yang tetap sama dan dapat membuat pelanggan tetap menjadi lebih nyaman
dikarenakan sudah mengertinya karyawan dengan pelanggan yang ditanganinya
Daftar Pustaka
https://tiaan96.wordpress.com/2016/11/22/pengertian-budaya-organisasi-dan-perusahaan-hubungan-budaya-dan-etika-kendala-dalam-mewujudkan-kinerja-bisnis-etis/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar