Minggu, 16 April 2017

Budaya organisasi serta kendalanya dalam kinerja bisnis

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Dalam hal ini setiap perusahaan pasti memiliki budaya yang berbeda satu dengan yang lainnya. Dalam budaya organisasi ini bertujuan untuk membuat organisasi menjadi lebih baik dan berinovasi kedepan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Ada beberapa fungsi – fungsi budaya seperti :
1.      Batas
Budaya berperan sebagai penentu batas-batas; artinya, budaya menciptakan perbedaan atau yang membuat 
unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi lainnya.
2.      Identitas
Budaya memuat rasa identitas suatu organisasi.
3.      Komitmen
Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu.
4.      Stabilitas
Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial karena budaya adalah perekat sosial yang membantu menyatukan organisasi dengan cara menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan karyawan.
Dalam penerapannya pasti ada kendala yang akan dihadapi seperti:
1.      Standar moral para pelaku bisnis pada umumnya masih lemah.
Banyak di antara pelaku bisnis yang lebih suka menempuh jalan pintas, bahkan menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan dengan mengabaikan etika bisnis, seperti memalsukan campuran, timbangan, ukuran, menjual barang yang kadaluwarsa, dan memanipulasi laporan keuangan.

2.      Banyak perusahaan yang mengalami konflik kepentingan
Konflik kepentingan ini muncul karena adanya ketidaksesuaian antara nilai pribadi yang dianutnya atau antara peraturan yang berlaku dengan tujuan yang hendak dicapainya, atau konflik antara nilai pribadi yang dianutnya dengan praktik bisnis yang dilakukan oleh sebagian besar perusahaan lainnya, atau antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan masyarakat. Orang-orang yang kurang teguh standar moralnya bisa jadi akan gagal karena mereka mengejar tujuan dengan mengabaikan peraturan.

3.      Situasi politik dan ekonomi yang belum stabil
Hal ini diperkeruh oleh banyaknya sandiwara politik yang dimainkan oleh para elit politik, yang di satu sisi membingungkan masyarakat luas dan di sisi lainnya memberi kesempatan bagi pihak yang mencari dukungan elit politik guna keberhasilan usaha bisnisnya. Situasi ekonomi yang buruk tidak jarang menimbulkan spekulasi untuk memanfaatkan peluang guna memperoleh keuntungan tanpa menghiraukan akibatnya.

4.      Lemahnya penegakan hukum
Banyak orang yang sudah divonis bersalah di pengadilan bisa bebas berkeliaran dan tetap memangku jabatannya di pemerintahan. Kondisi ini mempersulit upaya untuk memotivasi pelaku bisnis menegakkan norma-norma etika.
Sumber-sumber Budaya Organisasi
Budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1.      Pengaruh umum dari luar yang luas
Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi.
2.      Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
Keyakinan-keyakinan dn nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.
3.      Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.
Ciri-ciri Budaya Organisasi
Ada 7 ciri-ciri budaya organisasi adalah:
1.      Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
2.      Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
3.      Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
4.      Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu.
5.      Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya individu.
6.      Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas karyawan.
7.      Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah
Cut Out barbershop didirakan pada tahun 2001 yang didirikan oleh bapak Mardi yang membangun barbershop ini dengan modal sendiri. Barbershop ini beralamat di jalan raya Sentosa  no. 26 kota Depok. Lokasi yang sangat strategis karena terletak di jalan protokol, dimana jalan tersebut banyak sekali dilalui oleh angkutan umum.

Dalam hal ini berkaitan dengan teori yang dipilih budaya organisasi pada barbershop ini sangat mengedepankan kepuasan pelanggan, sebanyak apapun pelanggan yang sedang menunggu dalam antrian, karyawan tetap mengedepankan kepuasan pelanggan dengan cara tetap teliti, sabar dan tidak terburu – buru dalam menjalankan tugasnya. Tetapi disamping itu kendala yang selalu dihadapi oleh perusahaan ini ialah seringnya karyawan yang keluar masuk dikarenakan penghasilan yang tidak mencukupi karena sistem pembayaran sesuai dengan berapa banyak pelanggan yang ditangani.

B. Struktur Organisasi


Text Box: Pemilik
(Bp. Mardi)
 












C. Data keuangan
Pendapatan Perhari Rp. 15.000 x 40 =  RP. 600.000
Pendapatan perbulan Rp. 600.000 x 30 =                   Rp. 18.000.000
Biaya – biaya
Biaya Tetap                 Rp. 4.520.000

Biaya Variabel Rp. 3.250.000+
Total Biaya                                                                  Rp. 7.770.000 -
Laba Kotor                                                                  Rp. 10.230.000
Pajak (10% x 10.230.000)                                           Rp. 1.023.000 -_
Laba Bersih                                                                 Rp. 9.207.000
D. Hubungan Materi Dengan Usaha Yang Dipilih
Usaha barbershop “Cut Out barbershop” ini sudah menjalankan budaya organisasi dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan terlaksananya perusahaan transparan dalam setiap mengambil keputusan dan meminta pendapat dari struktur organisasi yang ada. Kedua perusahaan tersebut telah memiliki identitas budaya organisasi yang kuat. Ketiga perusahaan tersebut memiliki komitmen bahwa kepentingan organisasi lebih penting dibandingkan kepentingan pribadi (diri sendiri). Ke-empat dengan adanya budaya maka stabilitas sistem sosial akan meningkat sebab budaya merupakan perekat sosial yang menyatukan organisasi dengan menyediakan standar mengenai apa yang harus dilakukan oleh organisasi demi kebaikan organisasi.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Dalam penerapan budaya organisasi memiliki peran penting, karena budaya organisasi membuat sebuah organisasi menjadi pembeda dengan para pesaingnya, dengan cara pelayanan yang tetap teliti dan sabar pada saat pengunjung penuh demi memberikan pelayanan yang memuaskan untuk para pelanggannya
Dalam penerapan budaya organisasi ini juga memiliki beberapa kendala, seperti seringnya karyawan yang keluar masuk, sehingga banyak dari para pelanggan yang sudah terbiasa dengan karyawan yang lama, harus menyesuaikan lagi dengan yang baru dan dapat dipastikan juga karyawan baru harus bisa menyesuaikan diri dengan budaya organisasi yang sudah ada.

B. Saran
Dalam hal ini, diharapkan pemilik bisa meningkatkan gaji dari para karyawannya agar tidak terjadi lagi karyawan yang keluar masuk, dan dengan cara itu pula dapat menjaga budaya organisasi yang tetap sama dan dapat membuat pelanggan tetap menjadi lebih nyaman dikarenakan sudah mengertinya karyawan dengan pelanggan yang ditanganinya



Daftar Pustaka

https://tiaan96.wordpress.com/2016/11/22/pengertian-budaya-organisasi-dan-perusahaan-hubungan-budaya-dan-etika-kendala-dalam-mewujudkan-kinerja-bisnis-etis/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar