Peranan Komunikasi Dalam Dunia Bisnis
A. Peranan Komunikasi dalam bisnis
Keberhasilan komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan pemahaman antar orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan, perilaku komunikasi, dan situasi komunikasi. Komunikasi organisasi biasanya menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya penyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas.
E. Memperbaiki komunikasi dalam organisasi
Komunikasi efektif sangat berpengaruh dalam mengatasi hambatan yang dihadapi dalam berkomunikasi. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk memperbaiki komunikasi.
SUMBER :
http://tikadwityastuti.blogspot.co.id/2015/04/peranan-komunikasi-dalam-dunia-bisnis.html
http://anggunichascratch.blogspot.co.id/2016/06/peranan-komunikasi-dalam-dunia-bisnis.html
Keberhasilan komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan pemahaman antar orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan, perilaku komunikasi, dan situasi komunikasi. Komunikasi organisasi biasanya menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya penyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas.
Secara empiris, pemahaman orang perihal sesuatu hal akan
lebih mudah diserap dan dipahami jika sesuatu tersebut diperlihatkan
dibandingkan hanya diperdengarkan atau dibacakan. Dan akan lebih baik lagi
hasilnya jika sesuatu yang dikomunikasikan tersebut, selain diperlihatkan juga
sekaligus dipraktikkan.
Hasil studi tentang perilaku bisnis di kalangan esekutif
menunjukan fakta bahwa kemampuan berkomunikasi merupakan unsur pokok diantara
berbagai factor personal yang diperlukan untuk memperomosikan menejemen
organisasi atau mengatasi konflik menejemen (Boove and Thill,2002). Dengan kata
lain, kemampuan berkomunikasi efektif sekaligus juga merupakan salah satu ciri
mutu SDM karyawan. Istilahnya,komunikasi efektif dalam suatu organisasi dapat
diumpamakan seperti darah dalam tubuh dank unci kesuksesan.
Keberhasilan komunikasi bisnis juga sangat ditentukan oleh
adanya efektivitas dalam komunikasi bisnis. Efektivitas komunikasi bisnis,
seperti halnya jenis komunikasi lainnya ditentukan beberapa hal:
- Presepsi
Komunikasi harus dapat memprediksi apakah pesan yang disampaikan dapat diterima komunikan. - Keberhasilan Teknologi Informasi dan KomunikasiSalah satu factor keberhasilan komunikasi bisnis dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yaitu adanya proses integrase informasi menyangkut ketersediaan komunikasi data yang tepat guna. Ini mencakup beberapa factor antara lain, pertama, cakupan (range) produksi jasa komunikasi data yang memiliki. Dengan adanya hirarki, jenis, dan besar kecilnya manufaktur mempunyai perbedaan karakteristik system informasi yang dibutuhkan sehingga diperlukan jenis layanan komunikasi yang berbeda pula. Kedua, Converage. Diperlukan provider yang dapat menyediakan layanan di lokasi manapun mengigat lokasi manufacture yang menyebar dan terkadang di daerah yang terpencil (rural area). Ketiga, unjuk kerja (performansi). Performansi yang tinggi merupakan syarat utama agar komunikasi selalu dapat dilakukan. Keempat, Biaya. Factor biaya menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan agar efisiensi tetap dapat ditingkatkan.
B. Tujuan dari komunikasi dalam bisnis
1. Tujuan Komunikasi Bisnis Secara Umum
Komunikasi Bisnis bertujuan untuk mendukung tujuan bisnis
agar lebih efektif dan efisien dalam rangka memperbaiki pengelolaan bisnis.
2. Tujuan Komunikasi Bisnis Secara Khusus
Komunikasi Bisnis bertujuan untuk menciptakan interaksi atau
hubungan di dalam perusahaan dengan konsumen, perusahaan dengan lembaga
pemerintah, sesame dunia usaha, serta dengan lingkungan sehingga tercipta
hubungan yang harmonis yang ditandai oleh tercapainya tujuan bisnis juga
semakin meningkatnya pertumbuhan bisnis.
C. Umpan balik dan bentuk - bentuknya
Dalam melakukan komunikasi bisnis, terdapat 2 manfaat secara
umum yang dapat diperoleh yaitu:
1. Manfaat Eksternal
Komunikasi bisnis dengan pihak ketiga yang efektif membawa
dampak positif dalam keberhasilan usaha bisnis dan upaya membangun citra
perusahaan di mata masyarakat. Contohnya: laporan, brosur dan presentasi bisnis
yang disusun secara professional dapat meningkatkan citra perusahan.
Komunikasi bisnis yang tidak efektif yaitu sangat mahal
biayanya, menurunkan cita perusahaan, memboroskan jam kerja dan menjauhkan
pelanggan.
2. Manfaat Internal
Kemampuan berkomunikasi secara efektif menunjang karir
eksekutif perusahaan.
8 hal yang menjadi perimbangan mempromosikan jenjang karir
eksekutif;
a). kemampuan bekerja keras
b). kemampuan manajemen
c). kepercayaan diri
d). kemampuan mengambil keputusan yang sehat
e). latar belakang akademis
f). mempunyai ambisi untuk maju
g). kemampuan berkomunikasi secara efektif
h). Berpenampilan menarik
D. Kesalahpahaman dalam berkomunikasi
Missunderstanding (kesalahpahaman) merupakan salah satu
kendala komunikasi efektif dan sangat berpeluang menciptakan konflik. Suatu
kondisi salah paham biasa dimunculkan ketika suatu informsi yang diterima oleh
seseorang memiliki makna atau esensi yang berbeda dari yang dimaksudkan oleh si
pemberi atau penyampai informasi. Kesalahpahaman ini banyak sekali bentuknya,
mulai dari hal-hal sepele dalam kehidupan sehari-hari, sampai kesalahpahaman
oleh kalangan elit politik yang menentukan kehidupan orang banyak.
Salah satu bentuk kesalahpahaman yang cukup “parah” adalah
cultural misunderstanding, atau kesalahpahaman kultural. Dalam hal ini, budaya
dan kebiasaan yang melekat menjadi penghalang terjalinnya komunikasi yang
efektif. Misalnya, seorang lelaki Sunda memiliki menantu pemuda Jawa. Saat si
menantu akan makan, demi kesopanan dan etika, dia menawari mertuanya. Di Jawa,
untuk menawari makan orang yg lebih tua, digunakan kata “dhahar” yang artinya
sudah sangat halus. Padahal, jika kata “dhahar” ini digunakan untuk orang
Sunda, artinya menjadi sangat kasar, karena orang Sunda menggunakan kata
“tuang” untuk kata makan yang paling halus.
Rata-rata kesalahpahaman memang terjadi pada komunikasi yang
masih dasar, yakni tahapan komunikasi yang menyenangkan. Dalam tahapan ini,
komunikator dan komunikan merasa masih belum perlu membahas masalah secara
detail, sehingga kadang terselip beberapa poin yang menjadi sumber
kesalahpahaman. Berbeda dengan tahapan lain, misalnya komunikasi untuk hubungan
yg lebih baik, yang walaupun kadang tetap ada yg namanya salah paham, namun
sudah dalam jumlah yang minimal.
Kondisi kesalahpahaman semacam ini umumnya disebabkan karena
tingkat kemampuan berkomunikasi yang kurang baik, entah itu dalam hal
menyampaikan informasi maupun dalam hal menerima informasi. Disini kemampuan
berkomunikasi memegang peranan yang sangat penting. Bagaimanapun juga, kemampuan
berkomunikasi seseorang turut menentukan efektif tidaknya hubungan yang
dibangun dengan orang lain.
Ada beberapa cara untuk menghindari kesalahpahaman. Yang
paling penting adalah meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Kemampuan ini bisa
kita tingkatkan dengan, misalnya, banyak membaca koran atau tulisan lain yang
memakai tata bahasa efektif dan sistematis. Dengan rutin membaca, kosakata kita
akan semakin kaya dan mempermudah untuk menjalin komunikasi. Selain itu, jangan
lupa tanyakan kepada lawan bicara hal-hal yang kita belum jelas maksudnya.
Cara ini membantu untuk menghindari salah paham akibat salah
persepsi. Cara yang lain, tingkatkan sensitivitas kita pada lawan bicara dan
kurangi sensitivitas dari lawan bicara. Dengan kata lain, tingkatkan kepekaan
kita untuk merasakan perasaan lawan bicara, agar kita lebih berhati-hati dalam
memilih dan menyampaikan kata. Sebaliknya, kurangi kepekaan kita dari kata-kata
yang diucapkan oleh lawan bicara. Jangan sampai kita tersinggung oleh hal-hal
sepele, hanya karena kita terlalu sensitif dalam menanggapi orang lain.
Komunikasi efektif sangat berpengaruh dalam mengatasi hambatan yang dihadapi dalam berkomunikasi. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk memperbaiki komunikasi.
1. Membuat suatu pesan lebih berhati-hati
Perhatikan tujuan berkomunikasi dan para penerima pesan.
Katakana apa yang dikehendaki oleh mereka, gunakan Bahasa yang jelas,
sederhana, mudah dipahami, jelaskan poin-poin penting, dan tekankan serta
telaah ulang poin-poin yang penting.
2. Minimisasi gangguan dalam proses
komunikasi
Jika suatu pesan disampaikan secara lisan, perhatikan
bagaimna lokasi atau tempat penyampaian pesan yang nyaman, tenang,
akustik/sound system yang baik, tempat duduk yang teratur, ruangan sejuk, dsb.
Jangan sampai ada gangguan disaat penyampaian pesan.
3. Mempermudah upaya umpan balik antara si
pengirim dan si penerima pesan
Agar pemberian umpan balik (feedback) tersebut memberikan
suatu manfaat yang cukup berarti, maka harus dapat merencanakan bagaimana dan
kapan suatu pesan yang disampaikan kepada penerima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar